Breaking News
light_mode
Beranda » News » Digitalisasi Kementerian ATR/BPN Membuka Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan Lebih Mudah

Digitalisasi Kementerian ATR/BPN Membuka Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan Lebih Mudah

  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BABELON – Transformasi digital dalam layanan pertanahan dikembangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk membuka akses dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Seperti pada aplikasi Sentuh Tanahku, masyarakat dapat memantau dari mana saja perkembangan proses layanan pertanahan yang sedang diajukan, tanpa perlu datang langsung ke Kantor Pertanahan (Kantah).

“Dengan adanya aplikasi Sentuh Tanahku, saya bisa mengetahui dari aplikasi apakah sudah selesai atau belum. Saat statusnya sudah di loket penyerahan, barulah saya datang ke Kantah,” ujar Yumiwati (50), warga Jakarta Barat, saat mengambil Sertipikat Elektroniknya lewat Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN) di Kantah Kota Administrasi Jakarta Barat, Sabtu (21/02/2026).

Sertipikat Elektronik yang Yumiwati ambil kali ini merupakan hasil dari pengurusan administrasi pertanahan yang ia lakukan tanpa kuasa atau calo. Dengan digitalisasi layanan pertanahan, meski mengurus sendiri ia merasa prosesnya jadi mudah. Antrean sudah bisa diambil secara online dari Sentuh Tanahku. Setelah Sertipikat Elektroniknya jadi, datanya juga langsung tersimpan dan dapat ia lihat dari mana saja dan kapan saja dalam Sentuh tanahku.

Bagi Yumiwati, layanan pertanahan yang ia terima juga semakin baik seiring berjalannya transformasi digital. Untuk proses pengurusan sertipikatnya kala ini saja menurutnya sudah cepat.

“Belum sampai tujuh hari ini sudah selesai. Itu juga sudah jadi dari kemarin sebetulnya, tapi saya baru sempat Sabtu ini. Sekarang saya lihat sudah cepat. Harapannya ke depan makin bagus lagi pelayanannya,” ungkap Yumiwati.

Transformasi digital bukan hanya berpengaruh terhadap kecepatan layanan, namun menjadi pemupuk tumbuhnya rasa aman dalam benak masyarakat. Ratna Tobing (74), warga Jakarta Barat, merasa dirinya lebih tenang saat sertipikat tanahnya sudah diubah ke bentuk elektronik.

“Dulu sertipikatnya masih berupa berkas fisik, sekarang sudah elektronik, jadi lebih aman. Aman sekali karena selain ada sertipikat fisik, sekarang juga ada versi elektroniknya. Tadi juga yang sudah saya terima kelima-limanya sudah berbentuk elektronik,” ujar Ratna.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengusaha Restoran hingga Jasa Las di Belitung Dilarang Gunakan LPG 3 Kilogram

    Pengusaha Restoran hingga Jasa Las di Belitung Dilarang Gunakan LPG 3 Kilogram

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • visibility 68
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung menerbitkan kebijakan pembatasan penggunaan LPG tabung 3 kilogram di wilayahnya. Aturan ini ditetapkan melalui Surat Edaran Bupati Belitung Nomor 500.10/5/IV/2026 dan sudah berlaku sejak 5 Februari 2026 lalu. Kebijakan tersebut mengatur larangan pemanfaatan LPG bersubsidi bagi aparatur sipil negara dan pelaku usaha tertentu. Langkah ini guna memastikan penyaluran […]

  • KONI Butuh Rp5 Miliar Ikut Porprov, DPRD Belitung Timur Bakal Kirim Proposal ke Bupati

    KONI Butuh Rp5 Miliar Ikut Porprov, DPRD Belitung Timur Bakal Kirim Proposal ke Bupati

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • visibility 25
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung Timur adakan rapat kerja bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Selasa (3/3/2026). Dalam rapat itu, KONI Kabupaten Belitung Timur menyampaikan anggaran yang mereka butuhkan untuk ikut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII yang bakal berlangsung di Pangkalpinang, […]

  • Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Desa Lenggang

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Desa Lenggang

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • visibility 2.518
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Seorang pria berinisial YS (21) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di batang pohon di wilayah Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Rabu (8/4/2026). Berdasarkan data identitas, korban lahir pada 18 November 2004 dan berstatus sebagai pelajar. Dia diketahui berdomisili di Desa Mekar Jaya Kecamatan Manggar. Peristiwa tersebut pertama kali […]

  • Momentum HPN 2026, Kades Balok: Pers Berperan Penting Dorong Pembangunan Belitung Timur

    Momentum HPN 2026, Kades Balok: Pers Berperan Penting Dorong Pembangunan Belitung Timur

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • visibility 48
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Kepala Desa Balok, Kecamatan Dendang, Suhandra, menyampaikan ucapan Selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2026 kepada seluruh insan pers, khususnya yang bertugas di Kabupaten Belitung Timur. Ia berharap momentum peringatan HPN menjadi penguat semangat bagi para wartawan untuk terus menghadirkan informasi yang berkualitas bagi masyarakat. Menurut Suhandra, peran pers sangat penting dalam […]

  • Takbiran Keliling Malam Idul Fitri di Kecamatan Gantung Ditiadakan

    Takbiran Keliling Malam Idul Fitri di Kecamatan Gantung Ditiadakan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Perayaan takbiran keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri 1448 Hijriah/2026 Masehi di wilayah Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur dipastikan tidak akan dilaksanakan tahun ini. Dengan demikian, Kecamatan Gantung tercatat dua tahun berturut-turut tidak menggelar kegiatan takbiran keliling tingkat kecamatan. Kepastian tersebut diperoleh setelah konfirmasi langsung kepada Camat Gantung, Dela Wahyudi, melalui […]

  • TPP Hilang, Tiga Dokter PPPK Belitung Timur Mundur

    TPP Hilang, Tiga Dokter PPPK Belitung Timur Mundur

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • visibility 65
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Kebijakan penghapusan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Belitung Timur mulai menimbulkan dampak nyata. Tiga dokter berstatus PPPK dilaporkan mengundurkan diri karena dinilai tidak lagi mendapatkan penghasilan yang memadai. Fenomena ini mencerminkan realitas yang cukup memprihatinkan. Setelah menempuh pendidikan kedokteran yang membutuhkan biaya besar […]

expand_less