Bangkit dari Kendala, Peternakan Warga Gantung Kini Tumbuh dan Menjanjikan
- calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Belitung Timur – Kelompok Bina Usaha Warga Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur terus menunjukkan geliat positif dalam mengembangkan usaha peternakan sapi dan kambing berkelanjutan di Dusun Rasau. Upaya ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan dan desa setempat.
Pada Selasa, 14 April 2026, Camat Gantung, Dela Wahyudi, didampingi Kepala Desa Gantung, Arief Kusmaryadi, melakukan kunjungan langsung ke lokasi peternakan untuk melihat perkembangan usaha yang telah dirintis sejak 2023 tersebut.
Dalam kunjungannya, Kepala Desa Gantung, Arief Kusmaryadi, mengungkapkan rasa optimisme terhadap prospek usaha peternakan ini. Ia menilai, perkembangan yang ditunjukkan kelompok bina usaha warga sudah berada di jalur yang tepat.
“Selama ini kebutuhan sapi dan kambing, khususnya saat Idul Adha, masih banyak dipasok dari luar Belitung. Jika usaha ini terus berkembang, bukan tidak mungkin ke depan kita mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan lokal di Belitung Timur,” ujarnya.
Senada dengan itu, Camat Gantung, Dela Wahyudi, juga menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai, dari hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan kendala berarti dalam pengelolaan peternakan.
“Pendampingan dari Dinas Pertanian dan Pangan sudah berjalan sangat baik. Ketersediaan pakan juga cukup melimpah dan mudah didapat. Ini potensi yang harus terus kita dorong agar berkembang dan berkelanjutan,” kata Dela.
Sementara itu, Ketua Kelompok Bina Usaha Warga, Edi Suprianto, menjelaskan bahwa usaha peternakan ini sempat menghadapi tantangan di awal berdiri pada 2023. Saat itu, beberapa anakan sapi mati akibat serangan anjing liar.
Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat kelompok. Kini, usaha mereka mulai menunjukkan hasil positif dengan adanya lima ekor anakan sapi yang berhasil dipelihara.
“Kami menerapkan sistem gotong royong dengan jadwal bergiliran dalam merawat ternak. Ini menjadi kunci kekompakan dan keberhasilan kelompok,” jelas Edi.
Pada tahun 2026 ini, kelompok juga mulai mengembangkan usaha ternak kambing dengan metode pembesaran. Sebanyak 50 ekor kambing didatangkan dari Lampung dalam kondisi dewasa.
“Dari 50 ekor tersebut, 30 ekor akan kami siapkan untuk penjualan kurban pada Idul Adha tahun ini, dengan harga berkisar antara Rp4 juta hingga Rp5,5 juta per ekor. Sisanya 20 ekor akan kami kembangkan untuk pembibitan di sini,” tambahnya.
Edi mengakui, tantangan yang dihadapi saat ini lebih kepada faktor cuaca. Namun, untuk ketersediaan pakan, wilayah Belitung Timur dinilai sangat mendukung pengembangan peternakan.
Ia berharap, ke depan seluruh ternak dapat tumbuh sehat dan program ini terus mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari Dinas Pertanian dan Pangan.
“Pendampingan selama ini sudah sangat baik, kami berharap bisa terus berlanjut agar usaha ini semakin maju dan berkelanjutan,” tutupnya.
- Penulis: Rendi
- Editor: Redaksi



