Jajaki Investasi B to B, Golkar dan HNSI Dorong Modernisasi Produksi Ikan Asin Manggar
- calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Belitung Timur – Upaya mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas produksi ikan asin di Belitung Timur terus digencarkan.
Ketua DPD II Partai Golkar Belitung Timur, Nadiarsyah, didampingi Ketua HNSI Belitung Timur M. Noor Masese, melakukan kunjungan langsung ke sentra produksi ikan asin di Manggar, tepatnya di seberang kawasan Minapolitan, Rabu, 29 April.
Kunjungan ini tidak sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi langkah awal penjajakan kerja sama investasi business to business (B to B) guna menghadirkan teknologi pengering ikan modern.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hasil produksi sekaligus menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan cuaca.
Saat ini, geliat usaha ikan asin di Manggar terbilang menjanjikan. Dalam satu kali pengiriman, produksi mampu mencapai sekitar 30 ton, dengan frekuensi pengiriman hingga 7 sampai 8 kali per bulan.
Industri ini juga berkontribusi besar terhadap ekonomi lokal dengan menyerap sekitar 50 tenaga kerja.
Usai peninjauan, Nadiarsyah mengungkapkan bahwa kunjungannya merupakan tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan M. Noor Masese.
Fokus utama yang ingin didorong adalah peningkatan kualitas produksi, karena kualitas sangat menentukan nilai jual di pasar.
“Kita ingin meningkatkan kualitas produksi ikan asin. Selama ini kendala utama ada pada proses pengeringan yang masih mengandalkan sinar matahari,” kata Nadiarsyah.
“Saat musim hujan, produksi terganggu. Karena itu, kita akan mencoba menghadirkan mesin pengering ikan melalui skema kerja sama B to B,” imbuhnya.
Dia menyebut dalam waktu dekat pihaknya berencana langsung merealisasikan pembelian mesin pengering berkapasitas 1 ton sebagai tahap awal. Skema kerja sama akan dibahas lebih lanjut agar memberikan keuntungan bagi semua pihak serta berkelanjutan.
“Prinsipnya, mencoba itu tidak ada salahnya. Kita ingin usaha ini naik kelas, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di Belitung Timur,” tambahnya.
Sementara itu M. Noor Masese menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi keseriusan Nadiarsyah dalam mendukung sektor perikanan, khususnya nelayan dan pelaku usaha ikan asin.
“Selama ini nelayan terkendala saat musim hujan. Mereka tidak melaut karena hasil tangkapan tidak bisa diolah optimal. Dengan adanya mesin pengering, ini menjadi solusi nyata. Produksi bisa tetap berjalan, kualitas terjaga, dan nelayan tetap memiliki penghasilan,” jelasnya.
Dia juga menyebutkan bahwa program ini berpotensi menjadi pilot project di Bangka Belitung. Dengan dukungan teknologi, kualitas ikan asin dari Belitung Timur diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan membuka peluang pasar internasional.
“Kita selama ini masih kalah bersaing dengan produk dari Pulau Jawa. Dengan teknologi ini, kualitas bisa lebih stabil, produksi meningkat, dan dampaknya tentu pada peningkatan pendapatan serta pembukaan lapangan kerja,” tutur dia.
Dukungan juga datang dari pelaku usaha setempat. H. Hambadi, pengusaha ikan asin Belitung Timur, menyampaikan apresiasi atas rencana pengadaan mesin pengering ikan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan ini. Kehadiran teknologi pengering tentu akan sangat membantu meningkatkan produksi dan kualitas ikan asin kami,” ucap dia.
Dengan sinergi antara pemerintah, organisasi nelayan, dan pelaku usaha, modernisasi produksi ikan asin di Manggar diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Belitung Timur.





