Tambang Timah di Belitung Timur Rambah Pantai dan Sumber Air, Polisi Datang Penambang “Hilang”
- calendar_month Senin, 23 Feb 2026
- print Cetak

Tambang Timah di Pantai Nyiur Melambai/Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BABELON, Belitung Timur – Belitung Timur kembali dihebohkan dengan dugaan aktivitas pertambangan ilegal di kawasan wisata Pantai Nyiur Melambai Desa Lalang, Manggar, serta area sumber air PDAM Damar.
Dua lokasi tersebut dinilai sebagai kawasan vital, yakni menjadi ikon pariwisata dan sebagai penopang kebutuhan air bersih masyarakat.
Aktivitas pertambangan timah di Desa Lalang menjadi perhatian setelah aparat dari Polres Belitung Timur melakukan peninjauan ke lokasi.
Namun saat tim kepolisian tiba, para penambang disebut telah meninggalkan area tersebut dan hanya menyisakan peralatan tambang. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Seorang aktivis Bangka Belitung yang meminta identitasnya disamarkan, sebut saja S, menilai fenomena tersebut sebagai sesuatu yang janggal.
Dia menyebut aktivitas tambang ilegal di Belitung Timur seolah “siluman”, karena dapat muncul dan menghilang dalam waktu singkat.
“Belitung Timur ini cukup ajaib. Tambang ilegal bisa terjadi di tempat wisata dan fasilitas umum,” katanya dilansir dari jabejabe.co
Dia menilai keberadaan tambang di kawasan wisata seperti Pantai Nyiur Melambai jelas mengancam sektor pariwisata serta mata pencaharian nelayan pesisir.
Sementara aktivitas di sekitar sumber air PDAM Damar berpotensi membahayakan pasokan air bersih masyarakat.
Karena itu dia meminta komitmen kepala daerah dan legislatif terkait permasalahan lingkungan di Kabupaten Belitung Timur.
“Sebelumnya kita melihat pelantikan pejabat dilakukan di tempat pembuangan akhir dengan alasan kepedulian lingkungan. Sekarang publik meminta, Bupati dan Ketua DPRD untuk komitmen yang sama ketika berhadapan dengan persoalan tambang ilegal yang merusak lingkungan,” katanya.
Dia bilang langkah persuasif yang selama ini kerap dilakukan dinilai belum cukup efektif. Menurutnya, diperlukan tindakan tegas agar para terduga pelaku tambang ilegal tidak terkesan menantang hukum dan aparat penegak hukum.
Lebih lanjut, para aktivis mengaku tengah menyusun kajian komprehensif terkait dugaan aktivitas tambang ilegal tersebut. Hasil kajian itu rencananya akan dilaporkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia maupun pemangku kepentingan di tingkat pemerintah pusat.
Langkah ini disebut sebagai bentuk keseriusan masyarakat sipil dalam mengawal isu lingkungan di Belitung Timur. Mereka berharap adanya perhatian dan intervensi dari pemerintah pusat agar penegakan hukum berjalan maksimal serta komitmen terhadap kelestarian lingkungan tidak berhenti pada seremonial semata.***
- Penulis: Redaksi
- Sumber: jabejabe.pikiran-rakyat.com



