Breaking News
light_mode
Beranda » News » Bencana Datang Tanpa Permisi? Sertipikat Elektronik jadi Pilihan untuk Beri Rasa Aman

Bencana Datang Tanpa Permisi? Sertipikat Elektronik jadi Pilihan untuk Beri Rasa Aman

  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BABELON, Aceh – Bencana alam yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi menanamkan kekhawatiran di benak masyarakat. Bencana bisa menimbulkan kerusakan pada akses, fasilitas, hingga rumah beserta aset yang berada di dalamnya, termasuk sertipikat tanah.

Dampak itulah yang juga menimpa Helmi Ismail, nazir tanah wakaf Yayasan Pendidikan di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Aceh pada November 2025 lalu ikut menghanyutkan sertipikat tanah milik yayasannya.

Sadar akan nilai yang dimiliki sertipikat tersebut mendorong Helmi Ismail untuk segera bertindak. Dua minggu setelah banjir mulai surut, ia berkomunikasi dengan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang untuk mengajukan permohonan penggantian sertipikat yang hilang.

Meski proses penggantian sertipikat dilakukan di posko sementara karena Kantah juga terdampak banjir, ia tak menyangka dalam waktu kurang dari sepekan sertipikat pengganti yayasannya sudah bisa dimiliki kembali.

“Alhamdulillah sangat responsif. Kurang dari seminggu sertipikat baru sudah terbit. Kami sangat bersyukur atas respons cepat dari Kantah di Aceh Tamiang,” ujar Helmi Ismail.

Peristiwa tersebut menjadi titik balik bagi Helmi. Ia menyadari di tengah risiko bencana yang terus mengintai, perlindungan dokumen fisik saja tidak lagi cukup. Sertipikat dalam bentuk elektronik yang dicanangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pun ia pandang sebagai solusi yang relevan dan mendesak.

Sertipikat pengganti yang diterbitkan kali ini sudah diperbaharui menjadi Sertipikat Elektronik. Digitalisasi itu Helmi Ismail pahami bukan sekadar perubahan bentuk, melainkan perubahan cara pandang terhadap keamanan aset.

“Digitalisasi ini sangat kami sambut baik. Praktis, mudah, dan dokumentasinya lebih aman. Kalau terjadi kehilangan, salinannya bisa disimpan secara digital, misalnya di Google Drive. Bisa dicek lewat aplikasi juga. Jadi tidak perlu khawatir lagi dengan dokumen fisik,” tuturnya.

Pengalaman serupa juga dialami Nazarudin, warga Kota Langsa. Banjir setinggi satu meter yang merendam rumahnya juga merusak berbagai dokumen penting, termasuk sertipikat tanah tempat tinggalnya. Beruntung, melalui pengajuan sertipikat pengganti yang kini berbentuk elektronik, legalitas tanahnya dapat diverifikasi dengan cepat dan aman.

“Kalau kita lihat bentuknya, ini lebih praktis. Informasinya lebih mudah diakses, dan saat terjadi bencana seperti banjir, kami tidak perlu khawatir lagi,” kata Nazarudin.

Di wilayah Aceh yang kerap dilanda banjir, alih media dari sertipikat analog ke Sertipikat Elektronik menjadi langkah preventif yang rasional. Legalitas tetap terjamin sekaligus risiko kehilangan akibat bencana dapat ditekan secara signifikan.

Kepala Kantah Kota Langsa, Dedi Rahmat Sukarya lantas mengimbau masyarakat untuk segera mengalihmediakan sertipikat tanah mereka yang masih belum berbentuk elektronik.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kota Langsa untuk segera melapor, baik ke Kantah maupun ke kepala gampong (desa), untuk mengalihmediakan seluruh sertipikat tanah menjadi Sertipikat Elektronik. Ini agar dokumen lebih aman, lebih mudah diakses, dan lebih terjaga,” ucap Dedi Rahmat Sukarya.

Kisah Helmi Ismail dan Nazarudin menjadi pengingat di tengah risiko bencana yang bisa terjadi tak terprediksi, perlindungan aset tidak lagi cukup hanya dengan menyimpan tersembunyi di rumah. Era modern menawarkan tambahan keamanan dengan data pertanahan yang tersimpan secara digital di sistem online Kementerian ATR/BPN. Transformasi ke Sertipikat Elektronik bukan sekadar inovasi administratif, melainkan bentuk adaptasi terhadap realitas zaman, menjaga hak atas tanah agar tetap aman, meski bencana terkadang datang tanpa permisi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tinjau Pembangunan SMA Unggul Garuda, Bupati Tegaskan ke Pelaksana Percepat Pekerjaan

    Tinjau Pembangunan SMA Unggul Garuda, Bupati Tegaskan ke Pelaksana Percepat Pekerjaan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • visibility 87
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten tinjau progres pembangunan SMA Unggul Garuda di Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit pada Senin, 16 Maret 2026. Kunjungan lapangan tersebut untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Dalam peninjauan, Bupati didampingi para Staf Ahli, Kepala Dinas PUPR Perumahan dan Permukiman, Kepala Dinas Kesehatan, […]

  • Ketua DPRD Tekankan Kemandirian Keuangan dan Peningkatan Layanan RSUD M. Zein

    Ketua DPRD Tekankan Kemandirian Keuangan dan Peningkatan Layanan RSUD M. Zein

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • visibility 92
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung Timur, Fezzi Uktolseja, menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Zein guna meningkatkan kemandirian keuangan serta mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Fezzi saat mendampingi Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, meninjau fasilitas […]

  • Momentum HPN 2026, Pers Diharapkan Terus Berkontribusi bagi Kemajuan Belitung Timur

    Momentum HPN 2026, Pers Diharapkan Terus Berkontribusi bagi Kemajuan Belitung Timur

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • visibility 116
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Belitung Timur, Hendri Yani, menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2026 kepada seluruh insan pers di Indonesia, khususnya yang bertugas di wilayah Belitung Timur. Ucapan tersebut disampaikannya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. […]

  • Sasar Taman Kota hingga Pasar, Polres Beltim Fasilitasi Tempat Sampah Baru di Pusat Keramaian

    Sasar Taman Kota hingga Pasar, Polres Beltim Fasilitasi Tempat Sampah Baru di Pusat Keramaian

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • visibility 77
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Kepolisian Resor (Polres) Belitung Timur (Beltim) menunjukkan komitmennya terhadap kebersihan lingkungan melalui aksi nyata di lapangan. Pada Jumat, 20 Februari 2026, personil Polres Beltim mendistribusikan sarana kebersihan berupa tong sampah di sejumlah titik strategis. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kenyamanan masyarakat di ruang publik. Kegiatan dipimpin langsung Wakapolres […]

  • Memahami Ragam Jenis Sertipikat Tanah dan Perbedaannya

    Memahami Ragam Jenis Sertipikat Tanah dan Perbedaannya

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • visibility 80
    • 0Komentar

    BABELON – Di Indonesia, terdapat tujuh jenis sertipikat tanah yang umum dikenal masyarakat. Setiap sertipikat menunjukkan jenis hak atas tanah yang berbeda. Perbedaan itu akan memengaruhi beberapa faktor, seperti siapa yang boleh memiliki tanah tersebut, untuk tujuan apa tanah digunakan, hingga berapa lama hak itu berlaku. Karena itu, memahami ragam jenis sertipikat penting agar masyarakat […]

  • Digitalisasi Kementerian ATR/BPN Membuka Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan Lebih Mudah

    Digitalisasi Kementerian ATR/BPN Membuka Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan Lebih Mudah

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • visibility 126
    • 0Komentar

    BABELON – Transformasi digital dalam layanan pertanahan dikembangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk membuka akses dan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Seperti pada aplikasi Sentuh Tanahku, masyarakat dapat memantau dari mana saja perkembangan proses layanan pertanahan yang sedang diajukan, tanpa perlu datang langsung ke Kantor Pertanahan (Kantah). “Dengan adanya aplikasi Sentuh Tanahku, […]

expand_less