Breaking News
light_mode
Beranda » News » Kuota BBM Nelayan Berkurang, Aktivis Angkat Suara, Dinas Perikanan Ngaku Tak Dapat Informasi

Kuota BBM Nelayan Berkurang, Aktivis Angkat Suara, Dinas Perikanan Ngaku Tak Dapat Informasi

  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BABELON, Belitung Timur – Polemik pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan di Belitung Timur (Beltim) mulai mencuat ke publik. Pengurangan yang disebut mencapai sekitar 80 ton itu memantik tanda tanya besar, baik dari kalangan nelayan maupun aktivis.

Pihak Dinas Perikanan Beltim melalui Yoo Gunadi, Staf Bidang PNKPWP saat dikonfirmasi pada (13/4), mengaku tidak mengetahui adanya pemotongan kuota tersebut. Ia menegaskan, rekomendasi BBM yang diajukan pihaknya tetap mengacu pada kebutuhan riil nelayan.

“Untuk bulan kemarin, kami mengeluarkan rekomendasi sebesar 313 ton BBM, berdasarkan permintaan nelayan untuk melaut. Namun terkait pemotongan sekitar 80 ton, kami tidak mengetahui dan tidak ada informasi dari pihak Pertamina,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa jumlah nelayan penerima BBM tidak mengalami perubahan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 275 kapal nelayan masih aktif dan menjadi dasar pengajuan kebutuhan BBM melalui aplikasi XSTAR Pertamina.

“Jumlah nelayan tetap sama, tidak ada pengurangan. Semua data yang diajukan sudah sesuai dengan kondisi di lapangan,” tambahnya.

Menariknya, DKP juga mengaku belum menerima keluhan langsung dari nelayan terkait pengurangan kuota tersebut. Meski demikian, pihaknya siap melakukan penelusuran jika memang terjadi pengurangan signifikan.

“Kalau memang pengurangan sampai 80 ton itu benar terjadi, kami akan melakukan cross-check ke Pertamina untuk mengetahui penyebabnya, apakah ada pemotongan kuota atau kendala teknis lainnya,” tegas Yoo.

Sementara itu, aktivis M Noor Masese turut angkat suara dan mempertanyakan transparansi dalam distribusi BBM nelayan. Ia menilai, pengurangan dari sebelumnya sekitar 300 ton menjadi hanya 220 ton dalam beberapa bulan terakhir merupakan hal yang sangat signifikan.

“Kalau sebelumnya realisasi dari Pertamina itu sekitar 300 ton dan berjalan lancar, tapi sekarang hanya 220 ton, artinya ada pengurangan sekitar 80 ton. Pertanyaannya, ke mana 80 ton itu?” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi memicu gejolak di kalangan nelayan. Pasalnya, kebutuhan BBM merupakan faktor utama bagi mereka untuk melaut dan mencari nafkah.

“Nelayan tidak bisa beli solar di tengah laut. Kalau kebutuhan mereka dipangkas, ini sama saja membatasi ruang mereka untuk bekerja. Ini bisa menimbulkan reaksi yang lebih besar jika tidak segera disikapi,” tegasnya.

  • Penulis: Ren
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DBH Sawit Dukung Pembangunan Jalan di Beltim, Lima Proyek Digarap Tahun 2026

    DBH Sawit Dukung Pembangunan Jalan di Beltim, Lima Proyek Digarap Tahun 2026

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • visibility 138
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Pertanahan dan Perumahan Rakyat serta Kawasan Permukiman (DPUPRP2RKP) akan mengerjakan lima proyek pembangunan dan peningkatan jalan pada tahun 2026. Kelima proyek tersebut mencakup pembangunan jalan sepanjang total 3,3 kilometer dengan anggaran sekitar Rp6,5 miliar. Pekerjaan ini ditangani oleh dua […]

  • Menteri ATR/Kepala BPN Batasi Alih Fungsi Lahan Sawah demi Ketahanan Pangan

    Menteri ATR/Kepala BPN Batasi Alih Fungsi Lahan Sawah demi Ketahanan Pangan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • visibility 231
    • 0Komentar

    BABELON, Palu – Di tengah kondisi geopolitik global yang tidak stabil, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas nasional. Oleh karena itu, Kementerian ATR/BPN menerapkan pembatasan alih fungsi lahan sawah maksimal hanya 11% dari total Lahan Baku Sawah (LBS), sementara sekitar 89% sisanya wajib dilindungi. […]

  • Polisi Selidiki Dugaan Penyerobotan 126 Hektar Lahan HGU PT Rebinmas di Simpang Tiga

    Polisi Selidiki Dugaan Penyerobotan 126 Hektar Lahan HGU PT Rebinmas di Simpang Tiga

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • visibility 504
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Belitung Timur tengah mendalami laporan dugaan penyerobotan lahan seluas 126 hektar milik PT Rebinmas Jaya. Laporan ini menyeret pihak koperasi di Dusun Bangek, Desa Simpang Tiga, serta PT PUS sebagai pihak terlapor. Kasat Reskrim Polres Belitung Timur, AKP Ryo Guntur Triatmoko, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerbitkan […]

  • Ungkap Kasus Timah Ilegal: Polisi Tetapkan A Tersangka, Meja Goyang dan Ruko di Belitung Timur Disegel

    Ungkap Kasus Timah Ilegal: Polisi Tetapkan A Tersangka, Meja Goyang dan Ruko di Belitung Timur Disegel

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • visibility 226
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri bekerja sama dengan Polda Bangka Belitung, Polres Belitung Timur dan Belitung menyegel meja goyang basah dan ruko di Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur, Sabtu (28/2/2026). Lokasi tersebut diduga menjadi tempat pembelian biji timah yang kemudian diselundupkan ke luar negeri. Penyegelan itu pengembangan dari […]

  • Kades Jangkar Asam Klarifikasi Polemik Pembukaan Lahan Bank Tanah: Investasi Harus Tetap Berjalan

    Kades Jangkar Asam Klarifikasi Polemik Pembukaan Lahan Bank Tanah: Investasi Harus Tetap Berjalan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • visibility 107
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Kepala Desa Jangkar Asam, Fahrizal, memberikan klarifikasi terkait dinamika pembukaan lahan perkebunan di area Bank Tanah yang sempat memicu sikap kritis dari masyarakat setempat. Dalam Rapat Koordinasi yang digelar Selasa, (17/3/2026) Fahrizal menegaskan bahwa langkah yang diambil pemerintah desa (Pemdes) senantiasa mengacu pada regulasi dan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Fahrizal […]

  • Pemprov Fasilitasi 5.918 UMKM di Babel Dapat Sertifikat Halal Gratis

    Pemprov Fasilitasi 5.918 UMKM di Babel Dapat Sertifikat Halal Gratis

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • visibility 121
    • 0Komentar

    BABELON – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) fasilitasi 5.918 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mendapatkan sertifikat halal secara gratis. Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UKM Babel, Moch. Nasirin Yusuf menerangkan upaya itu dilakukan guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM di pasar global. “Saat ini, 594 UMKM […]

expand_less