Dua Dapur SPPG Pejuang Empat Dara Resmi Diluncurkan, Mulai Salurkan MBG 11 Mei
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- print Cetak

Wakil Bupati Belitung Timur Bersama Ketua Yayasan Empat Dara Meninjau Dapur MBG
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BABELON, Belitung Timur – Dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Pejuang Empat Darah di Kecamatan Manggar, Belitung Timur resmi diluncurkan pada Jum’at, 8 Mei 2026.
Grand Launching dihadiri Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, Kepala Dinas Kesehatan, perwakilan Kapolres dan Kajari, serta pihak berkepentingan lainnya.
Dalam keterangannya, Wakil Bupati mengingatkan supaya pihak SPPG baru tersebut bisa menjaga kualitas makanan yang bakal disalurkan kepada penerima manfaat.
“Dengan kualitas makanan yang disajikan sudah diuji untuk dimakan, sehingga penerima manfaat bisa aman. Kemudian peranan dari ahli gizi ini juga penting,” tegasnya.
Pesan lain yang ditekankan Wakil Bupati kepada pihak SPPG yang berada tepat di depan SDN 20 Manggar itu adalah mengenai tanggung jawab dan kesolidan tim mereka.
Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar (kiri) Bersama Ketua Yayasan Pejuang Empat Dara, Hana Lareina Aflah (kanan)
Kemudian terkait bangunan dua dapur SPPG, Wakil Bupati menyebut sudah mumpuni. Meskipun kata dia, masih ada beberapa ruangan yang dinilainya masih kurang.
“Kemudian dari segi ruangan, ya syukur Alhamdulillah dapat lah. Cuma ada beberapa bagian ruang-ruang yang agak kecil seperti ruang meeting,” ujarnya .
Sementara itu Ketua Yayasan Pejuang Empat Darah, Hana Lareina Aflah, menerangkan penyaluran makan bergizi gratis (MBG) bakal dimulai pada Senin, 11 Mei mendatang.
Dia bilang, total penerima manfaat berjumlah sekitar 1.050 orang untuk satu dapur SPPG.
“Tapi untuk bulan-bulan ke depannya mungkin bisa di 2.500, karena maksimal kan di 2.500 untuk satu dapur,” kata Hana.
Guna menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat, pihaknya bakal lebih selektif dalam memilih pemasok bahan baku.
“Mungkin kita harus memilih supplier bahan bakunya, seperti ayam, telur, itu dengan orang yang pas. Kita cek legalitasnya, halalnya dan lain-lain,” jelasnya.***





