Breaking News
light_mode
Beranda » Reviews » Sejarah Belitung Timur: Dari Masa Kerajaan hingga Kabupaten Modern

Sejarah Belitung Timur: Dari Masa Kerajaan hingga Kabupaten Modern

  • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Awal Sejarah Belitung Timur dalam Perjalanan Pulau Belitung

Sejarah Belitung Timur tidak bisa dipisahkan dari perjalanan panjang Pulau Belitung secara keseluruhan. Wilayah ini sudah dikenal sejak abad ke-7 dan menjadi bagian dari jalur perdagangan penting di Asia Tenggara.

Pada masa itu, Belitung berada di bawah pengaruh Sriwijaya, sebuah kerajaan maritim besar yang menguasai perdagangan laut. Letak strategis Belitung menjadikannya titik persinggahan kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Malaka.

Masa Majapahit dan Catatan Sejarah Awal

Belitung dalam Negarakertagama

Dalam kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365, nama Belitung disebut sebagai bagian dari wilayah kekuasaan Hayam Wuruk dari Majapahit.

Hal ini menunjukkan bahwa wilayah yang kini menjadi Belitung Timur telah lama masuk dalam jaringan kekuasaan kerajaan besar di Nusantara.

Masa Kolonial Inggris dan Konflik Lokal

Pada tahun 1812, Belitung jatuh ke tangan Inggris setelah konflik dengan Kesultanan Palembang. Inggris kemudian menunjuk Raja Akil dari Siak sebagai pemimpin wilayah ini.

Namun keputusan tersebut memicu konflik dengan penguasa lokal, yaitu K.A. Mohammad Hatam (Depati Cakraningrat VII), pewaris Kerajaan Balok.

Konflik ini berakhir tragis:

  • K.A. Hatam terbunuh dalam serangan
  • Putranya, K.A. Rahad, berhasil melarikan diri
  • K.A. Rahad kemudian diangkat sebagai Depati Cakraningrat VIII

Peristiwa ini menjadi bagian penting dalam dinamika kekuasaan di Belitung, termasuk wilayah Belitung Timur saat ini.

Peralihan Kekuasaan ke Belanda

Konvensi London 1814

Pada tahun 1814, Inggris dan Belanda menandatangani perjanjian yang dikenal sebagai Anglo-Dutch Treaty.

Melalui perjanjian ini:

  • Inggris menyerahkan Bangka dan Belitung kepada Belanda
  • Sebagai gantinya, Inggris memperoleh wilayah di India

Proses penyerahan ini berlangsung hingga 1817 dan tidak berjalan mudah karena Inggris enggan melepas wilayah yang kaya akan tambang timah.

Masa Pendudukan Jepang di Belitung

Perang Pasifik membawa dampak besar bagi Belitung. Setelah serangan ke Pearl Harbor, Jepang mulai memperluas wilayah kekuasaannya.

Pada 28 Februari 1942:

  • Jepang menyerang Belitung melalui udara
  • Penduduk mengungsi ke desa-desa
  • Warga Eropa melarikan diri ke Pulau Jawa

Beberapa kapal pengungsi bahkan dilaporkan ditenggelamkan di laut. Jepang menguasai Belitung karena kekayaan sumber daya alamnya, terutama timah.

Masa Kemerdekaan dan Perjuangan di Belitung Timur

Berita kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945 baru sampai ke Belitung pada bulan September.

Peristiwa penting di Belitung Timur:

  • 12 Oktober 1945: Pengibaran bendera pertama di Manggar
  • 16 Oktober 1945: Pembentukan Komite Nasional Indonesia
  • Muncul organisasi pemuda di Gantung, Manggar, dan sekitarnya

Wilayah ini menjadi salah satu pusat pergerakan masyarakat dalam mendukung kemerdekaan Indonesia.

Kembalinya Belanda dan Masa Transisi

Tidak lama setelah itu, Belanda kembali mendarat di Belitung pada Oktober 1945 dan mulai menguasai wilayah tersebut.

Pada periode ini:

  • Dibentuk Dewan Bangka
  • Tahun 1948 lahir Federasi Bangka Belitung dan Riau (BABERI)
  • Wilayah ini menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS)
  • Namun sistem federal ini tidak bertahan lama dan berakhir pada tahun 1950.

Belitung Timur dalam Indonesia Modern

Pada 22 April 1950, wilayah Bangka dan Belitung resmi menjadi bagian dari Indonesia dan masuk ke dalam Provinsi Sumatera Selatan.

Seiring waktu, perkembangan penduduk dan kebutuhan administrasi mendorong pembentukan wilayah baru.

Terbentuknya Kabupaten Belitung Timur

Pemekaran Tahun 2003

Pada tahun 2003, pemerintah Indonesia menetapkan pemekaran wilayah melalui Undang-Undang No. 23 Tahun 2003.

Hasilnya:

  • Kabupaten Belitung dibagi menjadi dua wilayah
  • Lahir Kabupaten Belitung Timur
  • Ibukota ditetapkan di Manggar

Pembentukan ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan pelayanan publik
  • Mempercepat pembangunan daerah
  • Menjawab kebutuhan masyarakat lokal

Perkembangan Belitung Timur Saat Ini

Kini, Belitung Timur berkembang sebagai:

  • Wilayah dengan potensi wisata yang besar
  • Pusat budaya dan sejarah lokal
  • Daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat
  • Manggar bahkan dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner kopi terbaik di Belitung.

Sejarah Belitung Timur merupakan perjalanan panjang yang mencerminkan dinamika Nusantara, mulai dari masa kerajaan, kolonialisme, hingga era kemerdekaan dan pembangunan modern.

Dari wilayah yang dahulu menjadi bagian kekuasaan kerajaan besar hingga kini menjadi kabupaten mandiri, Belitung Timur terus berkembang tanpa melupakan akar sejarahnya.***

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mudik Lebaran Tetap Bisa Urus Sertipikat, 7 Layanan Prioritas Kementerian ATR/BPN Tersedia di Jawa Timur

    Mudik Lebaran Tetap Bisa Urus Sertipikat, 7 Layanan Prioritas Kementerian ATR/BPN Tersedia di Jawa Timur

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • visibility 63
    • 0Komentar

    BABELON, Surabaya – Momentum mudik saat Lebaran terkadang jadi waktu sanak saudara membicarakan urusan sertipikasi tanah di kampung halaman. Untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan layanan pertanahan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tetap membuka layanan terbatas selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 H. “Pelayanan pertanahan yang akan dibuka selama libur Lebaran adalah 7 […]

  • Syarat dan Ketentuan Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik

    Syarat dan Ketentuan Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BABELON, Jakarta – Status hak atas tanah menjadi hal penting yang perlu dipahami para pemilik rumah toko (ruko). Umumnya, pemilik ruko hanya memegang alas hak berupa Hak Guna Bangunan (HGB). Padahal, status kepemilikan ruko bisa ditingkatkan menjadi Hak Milik. Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol, Shamy Ardian, mengungkapkan bahwa peluang peningkatan hak tersebut terbuka […]

  • Kumpulkan Pengurus Organisasi Keagamaan Islam di NTB, Menteri Nusron Ajak Kerja Sama Selesaikan Sertipikasi Tanah Wakaf

    Kumpulkan Pengurus Organisasi Keagamaan Islam di NTB, Menteri Nusron Ajak Kerja Sama Selesaikan Sertipikasi Tanah Wakaf

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • visibility 51
    • 0Komentar

    BABELON, Mataram – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, bertemu dengan perwakilan organisasi keagamaan Islam se-Nusa Tenggara Barat (NTB), di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Mataram, Jumat (10/04/2026). Pada kesempatan itu, Menteri Nusron mengajak para pengurus organisasi tersebut untuk ikut berkontribusi mempercepat sertipikasi tanah wakaf. “Saya mengumpulkan Bapak/Ibu sekalian untuk […]

  • Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

    Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • visibility 67
    • 0Komentar

    BABELON, Mataram – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Menurutnya, daerah yang sudah memiliki RDTR akan membuka peluang investasi masuk karena kepengurusan izin usaha berupa Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dapat disusun […]

  • Lindungi Wanita dari Kanker Mematikan, Kementerian ATR/BPN Vaksinasi Jajaran

    Lindungi Wanita dari Kanker Mematikan, Kementerian ATR/BPN Vaksinasi Jajaran

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • visibility 300
    • 0Komentar

    BABELON, Jakarta – Kanker serviks adalah salah satu penyakit mematikan yang dapat menyerang perempuan. Untuk meningkatkan kesadaran sekaligus melindungi dari risiko terkena penyakit itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membuat program vaksinasi kanker serviks bagi jajarannya sejak awal 2026. Vaksinasi ini telah dinantikan oleh insan pertanahan di lingkungan Kementerian ATR/BPN. “Kebanyakan kita […]

  • Ketua DPRD Tekankan Kemandirian Keuangan dan Peningkatan Layanan RSUD M. Zein

    Ketua DPRD Tekankan Kemandirian Keuangan dan Peningkatan Layanan RSUD M. Zein

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • visibility 92
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung Timur, Fezzi Uktolseja, menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Zein guna meningkatkan kemandirian keuangan serta mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Fezzi saat mendampingi Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, meninjau fasilitas […]

expand_less