Program Tahfiz Qur’an dan Kewirausahaan Tingkatkan Kualitas Lulusan SMAN 1 Simpang Pesak
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BABELON, Belitung Timur – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN1) Simpang Pesak, Kemas Akhiriyan, menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengembangkan dua program unggulan sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan sekaligus menjawab kebutuhan lingkungan sekitar.
Program tersebut, diterangkan Kemas, lahir setelah dirinya menjabat Kepala SMAN 1 Simpang Pesak, yang kemudian pihak sekolah mengidentifikasi potensi siswa serta kondisi pendidikan di wilayah setempat.
Menurut Kemas, banyak siswa yang memiliki latar belakang prestasi di bidang keagamaan, seperti lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), pembinaan dari TPA, hingga pengalaman belajar di pesantren.
Potensi tersebut dinilai sangat sayangkan jika tidak dikembangkan, sehingga sekolah merancang program unggulan Tahfiz Quran dengan target siswa, khususnya kelas XII, mampu menghafal juz 30 saat lulus.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan religius menjadi budaya sekolah. Setiap Selasa hingga Jumat, apel pagi diganti dengan pengajian bersama di lapangan yang dipimpin guru.
Siswa membaca Al-Quran secara berulang, dilanjutkan doa, pembacaan Asmaul Husna, serta salawat dengan harapan proses pembelajaran mendapat keberkahan dan memudahkan siswa dalam menghafal.
“Hari Kamis siang, mereka menyetorkan hafalan. Jadi setiap siswa itu, khususnya kelas XII, kami mentargetkan mereka lulus dari SMA Simpang Pesak ini bisa hafal juz 30, nah itu untuk yang proses yang tahfz Qur’an,” katanya saat diwawancara tim media ini, Rabu 11 Februari 2026.
Selain penguatan keagamaan, sekolah juga mengembangkan program kewirausahaan. Hal ini dilatarbelakangi rendahnya persentase lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi, yang diperkirakan hanya sekitar 25–35 persen.
Kemas mengungkapkan bahwa melalui program ini, siswa dibekali keterampilan berusaha agar memiliki bekal ketika tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Implementasi kewirausahaan dilakukan melalui pengelolaan salah satu kantin sekolah sebagai media praktik belajar ekonomi. Dengan pendampingan guru ekonomi serta dukungan modal dari koperasi sekolah, siswa belajar memproduksi dan menjual makanan ringan hingga memahami proses usaha secara langsung.
“Program ini juga mendorong keterlibatan orang tua dalam mendukung kegiatan siswa di rumah, sehingga tercipta sinergi positif antara keluarga dan sekolah,” paparnya.
Kemas berharap dua program unggulan tersebut mampu membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter religius, mandiri, dan siap menghadapi tantangan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di SMAN 1 Simpang Pesak.***
- Penulis: Redaksi
- Sumber: jabejabe.pikiran-rakyat.com



