Breaking News
light_mode
Beranda » News » Rumor Ancaman Dipecat Alasan Nakes Belitung Timur “Bungkam” Tetap Kerja Tanpa TPP

Rumor Ancaman Dipecat Alasan Nakes Belitung Timur “Bungkam” Tetap Kerja Tanpa TPP

  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BABELON, Belitung Timur – Slogan pelayanan kesehatan prima yang sering didengungkan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur tampaknya berbanding terbalik dengan realita kesejahteraan para pejuang garis depannya. Di balik jas putih dan seragam paramedis, tersimpan keresahan mendalam mengenai ketimpangan kebijakan, hilangnya tunjangan, hingga bayang-bayang intimidasi bagi mereka yang berani bersuara.

Seorang tenaga kesehatan (Nakes) Belitung Timur yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keprihatinannya terhadap kebijakan daerah yang dinilai mengesampingkan sektor kesehatan dan pendidikan.

Realita Kesejahteraan Nakes Belitung Timur

Bagi dia, transisi status dari tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) nyatanya tidak membawa angin segar. Sebaliknya, hal ini justru menjadi awal dari beban kerja yang kian mencekik tanpa kompensasi yang layak.

“Semenjak jadi ASN, beban kerja kami ditambah. Kami menguasai ‘tiga elemen’: udara, api, dan air. Semua dikerjakan,” keluhnya.

Dia memaparkan bahwa saat masih honorer, tugas nakes cenderung spesifik pada pelayanan pasien. Namun kini, nakes PPPK dibebankan tugas tambahan tanpa adanya penyesuaian hak keuangan yang setimpal.

Hilangnya Tunjangan dan Perbup Diskriminatif

Kondisi ini diperparah dengan hilangnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi nakes PPPK tahun ini. Dia bahkan menyoroti adanya Peraturan Bupati (Perbup) yang dinilai diskriminatif.

“Perbup itu digodok diam-diam. Judulnya ASN, tapi yang disejahterakan hanya PNS. Secara pekerjaan di lapangan, tidak ada bedanya antara PPPK dan PNS nakes,” tegasnya.

Hal yang paling mengiris hati dalam dinamika ini adalah munculnya atmosfir ketakutan di kalangan Nakes Belitung Timur. Aspirasi yang seharusnya menjadi bagian dari demokrasi justru tersumbat oleh ancaman non-formal.

Ancaman Pemecatan dan Kontrak Tidak Diperpanjang

Rumor mengenai pemecatan atau tidak diperpanjangnya kontrak bagi mereka yang kritis telah menjadi rahasia umum yang efektif meredam protes. Jika dokter spesialis mungkin memiliki posisi tawar untuk pindah ke rumah sakit swasta, tidak demikian dengan perawat atau bidan yang menggantungkan hidupnya pada birokrasi Pemda.

“Kami sedih, saat mencoba berdemokrasi dan menyampaikan aspirasi, malah ditekan dan dibungkam,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa pola pikir atasan yang cenderung otoriter “kalau mau ikut ayo, kalau tidak silakan berhenti” bukanlah cerminan pemimpin yang mencari solusi.

Meski didera ketidakpastian kesejahteraan, nakes yang telah bekerja cukup lama ini mengaku tetap berupaya memberikan pelayanan all out. Namun, dia tidak menampik bahwa semangat kerja mulai luntur akibat absennya apresiasi dari pemerintah daerah.

Perlunya Kesejahteraan Sejalan dengan Profesionalitas

Menurutnya, profesionalitas harus berbanding lurus dengan kesejahteraan. Sangat tidak adil jika pemerintah menuntut pelayanan prima namun abai terhadap pemenuhan hak-hak dasar pekerjanya.

“Tolonglah perhatian khusus untuk nakes. Mereka ini tenaga ahli. Kalau kesejahteraan sudah diberikan tapi pelayanan tetap buruk, silakan dimarahi. Tapi sekarang, buka mata untuk kesejahteraan kami,” pungkasnya.***

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan Distribusi LPG Tepat Sasaran, Pertamina Perkuat Pengawasan di Bangka Belitung

    Pastikan Distribusi LPG Tepat Sasaran, Pertamina Perkuat Pengawasan di Bangka Belitung

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • visibility 66
    • 0Komentar

    BABELON, Pangkalpinang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menegaskan bahwa pihaknya bakal terus memperkuat pengawasan pendistribusian LPG bersubsidi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Hal itu dijelaskan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, dilakukan guna memastikan penyaluran gas tiga kilogram tepat sasaran dan sesuai ketentuan […]

  • Geger, Jasad Remaja Ditemukan Tersangkut di Plafon Gudang SMK Pariwisata Manggar

    Geger, Jasad Remaja Ditemukan Tersangkut di Plafon Gudang SMK Pariwisata Manggar

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • visibility 46
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Warga Desa Kurnia Jaya dihebohkan dengan penemuan mayat seorang remaja laki-laki di area sekolah pada Senin (2/3/2026) pagi. Jasad tersebut ditemukan dalam posisi tersangkut di atas plafon gudang SMK Pariwisata, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Kronologi Penemuan Peristiwa ini pertama kali diketahui sekira pukul 08.00 WIB oleh M. Anugrah Sepdiyansyah, seorang […]

  • Bencana Datang Tanpa Permisi? Sertipikat Elektronik jadi Pilihan untuk Beri Rasa Aman

    Bencana Datang Tanpa Permisi? Sertipikat Elektronik jadi Pilihan untuk Beri Rasa Aman

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • visibility 35
    • 0Komentar

    BABELON, Aceh – Bencana alam yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi menanamkan kekhawatiran di benak masyarakat. Bencana bisa menimbulkan kerusakan pada akses, fasilitas, hingga rumah beserta aset yang berada di dalamnya, termasuk sertipikat tanah. Dampak itulah yang juga menimpa Helmi Ismail, nazir tanah wakaf Yayasan Pendidikan di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh […]

  • Daftar Pejabat yang Dilantik di TPA Trafo Mayang

    Daftar Pejabat yang Dilantik di TPA Trafo Mayang

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • visibility 46
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Sejumlah 23 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Beltim, Kamarudin Muten pada Rabu (18/2/26). Adapun daftar pejabat yang dilantik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Trafo Mayang tersebut di antaranya: 1. Adlan Taufik: Kepala Dinas Lingkungan Hidup 2. Ferry Irawan: Kepala Dinas Penanaman […]

  • Kades Jangkar Asam Klarifikasi Polemik Pembukaan Lahan Bank Tanah: Investasi Harus Tetap Berjalan

    Kades Jangkar Asam Klarifikasi Polemik Pembukaan Lahan Bank Tanah: Investasi Harus Tetap Berjalan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • visibility 40
    • 0Komentar

    BABELON, Belitung Timur – Kepala Desa Jangkar Asam, Fahrizal, memberikan klarifikasi terkait dinamika pembukaan lahan perkebunan di area Bank Tanah yang sempat memicu sikap kritis dari masyarakat setempat. Dalam Rapat Koordinasi yang digelar Selasa, (17/3/2026) Fahrizal menegaskan bahwa langkah yang diambil pemerintah desa (Pemdes) senantiasa mengacu pada regulasi dan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Fahrizal […]

  • Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

    Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BABELON, Jakarta – Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian alih fungsi lahan sawah melalui penetapan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) di berbagai wilayah Indonesia. Pada Maret 2026, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sudah menyiapkan penetapan LSD di 12 provinsi. Langkah itu ditindaklanjuti agar semakin progresif dengan target penyusunan peta luasan LSD di 17 […]

expand_less